gravatar

Tidak Ada Formula Sihir

Tidak Ada Formula Sihir

Adakah formula sihir seperti Harry Potter untuk menulis? Tentu saja tidak meskipun saya pengagum berat novel Harry Potter dan penulisnya, JK Rowling. Formula menulis dan menerbitkan buku di dalam T2MB ini tidak mengada-ada karena sudah dipraktikkan sebelumnya. Bukan pula sim salabim maka Anda langsung jadi penulis buku. Anda digaransi bisa menulis buku, tetapi tentu bergantung pada diri Anda kapan akan memulainya dan fokusnya Anda pada tujuan menulis buku.

Bagaimana dengan waktunya? Sekali lagi bukan sihir sehingga dalam 24 jam Anda bisa menulis buku atau dalam 30 hari Anda bisa menjadi penulis buku yang hebat. Terus terang banyak pelatihan menulis yang menggunakan 'kecap' seperti ini. Saya sendiri menyelenggarakan pelatihan bertajuk H24H yaitu metode yang mendorong orang dalam dua hari bisa menulis 24 halaman buku. Dari sekian peserta yang ikut, 90% umumnya berhasil menyelesaikan tugasnya. Namun, ini cara instan untuk mendorong orang segera menstimulus ide dan segera menulis buku. Tiada jaminan kemudian mereka bisa menulis buku sebenar-benarnya karena sekali lagi tetap kembali kepada diri si peserta.

Formula yang dibeberkan dalam buku ini adalah formula taktis agar Anda mudah memulainya, mudah mempraktikkannya, dan mudah pula memasarkannya. Untuk itu, diperlukan strategi belajar dan berlatih yang jitu.

Hanya dengan satu buku ini, Anda hanya perlu pengayaan dari buku lainnya. Namun, membaca satu buku ini pun, tidak akan membuat Anda sesat jalan.

Belajar pada Ahlinya

Penting bagi Anda belajar dan berlatih menulis kepada ahlinya. Buku ini membeberkan resep beberapa ahli penulisan dan penerbitan buku yang disinkronkan sebagai pengalaman serta pengetahuan berharga buat Anda semua. Banyak buku tentang penulisan buku yang kini ditulis oleh beberapa orang penulis. Akan tetapi, saya ketahui bahwa jejak pengalaman dan jejak pengetahuan para penulis ini terkadang masih minim sekali.

Ada yang baru menerbitkan satu-dua judul buku yang belum terbukti bagus di pasaran, sudah mantap menulis buku tentang penulisan buku, bahkan mengadakan training menulis buku. Alhasil, terkadang isi atau materinya tidak sinkron dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh para calon penulis maupun penulis pemula. Saya tidak hendak menghakimi buku-buku tersebut karena bagaimanapun itu adalah hak sang penulis dan buku-buku semacam itu mungkin berguna menambah khazanah bacaan bagi pembaca awam. Urusan saya yang lebih penting adalah menunjukkan kepada Anda pembaca sekalian ketaktisan yang juga dipraktikkan oleh saya sendiri maupun belajar dari pengalaman para penulis pesohor lainnya.

Terkadang saya membeli buku-buku best seller bukan sekadar hendak menikmati isi buku itu, melainkan lebih dari itu. Saya mempelajari dan mengkaji apa yang membuat sebuah buku menjadi best seller. Dengan demikian, mengutip istilah Hernowo, saya mendapatkan 'mata baru' dalam penulisan dan penerbitan buku. Saya melihat ada kecenderungan dan tren yang timbul dari dunia buku. Dari situ pula saya tahu bagaimana para penulis pesohor menciptakan tren (trend setter) dalam dunia penulisan dan penerbitan buku.

Mengenali Hutan, Bukan Pepohonan

Saya senang dengan ungkapan ini: kenali hutannya, bukan pepohonannya. Banyak sekali informasi yang berseliweran tentang bagaimana menulis dan menerbitkan buku. Informasi itu ibarat pepohonan aneka jenis. Terkadang Anda akan dibuat bingung antara mana yang benar dan mana yang tidak. Atau mana yang harus dikenali lebih dulu.

Buku ini saya harapkan akan membawa Anda mengenali hutan rimba penulisan dan penerbitan buku. Ibaratnya menerobos atau menjelajahi sebuah hutan, Anda harus tahu mana buah yang bisa dimakan dan mana yang beracun. Anda pun akan belajar bagaimana bertahan hidup (survival), membaca peta dan kompas, serta juga menghindar dari bahaya meskipun Anda tidak mengenali semua jenis pohon. Semoga.

Nah, jauh-jauh masa sebelum Anda menelisik isi buku ini lebih dalam, ada yang perlu saya beritahukan. Buku ini mengungkap hutan rimba penulisan buku nonfiksi dengan berbagai jenisnya. Jadi, jangan tanyakan pohon-pohon fiksi, seperti novel, kumpulan cerpen, puisi, atau drama. Saya tidak membahas detail soal penulisan naskah fiksi, hanya sekadar membeberkan beberapa hal. Adapun untuk naskah faksi (gabungan fiksi dan nonfiksi) akan disinggung dalam beberapa hal, seperti dalam penulisan biografi. Dengan demikian, buku ini tidak membahas soal penulisan novel atau yang sejenisnya secara lengkap. Namun, tetap akan disinggung fenomena novel sebagai salah satu produk penulisan dan penerbitan buku.


(Dikutip dari subbab "Taktis Menulis dan Menerbitan Buku" karya Bambang Trim. Terbit segera Februari 2009, Lini Maximalis--imprint Salamadani)
Inginkah Anda memilikinya?
Diskon 50% jika Anda mengikuti Training Taktis Menulis Buku
pada 7 Maret 2009, di Hotel Vue Pallace, Bandung. Don't miss it!



Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!